SANG FAJAR TEMPAT BERKREASI TANPA HENTI

Jumat, 25 November 2016

Sejarah Singkat Hari Guru di Indonesia

   Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa karena dari ilmu yang di berikan olehnya kita bisa menjadi dokter, ilmuan, polisi, tentara, dan lain sebagainya. Setiap negara memiliki cara dan hari peringatan guru yang mungkin berbeda - beda, seperti


  1. di nagara tetangga kita Malaysia, di sana hari guru di tetapkan pada tanggal 16 Mei karena pada tanggal 16 Mei 1956 Majelis Undang - undang Persekutuan Tanah Melayu menerima rancangan kurikulum dari laporan Jawatankuasa pelajaran.
  2. sedangkan di Republik Rakyat Cina hari guru di tetapkan pada tanggal 10 september dengan cara murid - murid memberikan hadiah balas jasa terhadap guru, seperti kartu ucapan dan bunga
  3. hari guru di Vietnam di peringati pada tanggal 20 November dengancara meliburkan para siswanya untuk mengunjungi guru di rumah masing - masing.

   Dan masih banyak lagi negara yang memiliki cara dan hari peringatan guru berbeda tetapi hari guru dunia di peringati pada tanggal 5 Oktober sejak tahun 1994. Tujuan di peringati hari guru adalah untuk memberikan dukungan kepada guru di seluruh dunia dan menyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi kedepan di tentukan oleh guru.



   Sejarahnya di Indonesia peringatan Hari Guru jatuh pada tanggal 25 November, karena pada tanggal 25 November 1945 adalah hari terbentuknya PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru - guru bangsa Indonesia. Oraganisasi perjuangan guru - guru pribumi pada zaman belanda telah berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini berisfat Unitaristik yang berarti suatu kesatuan yang tidak memandang Ijazah, Suku, Aagama, dan lain - lain, Organisasi ini beranggotakan Guru bantu, Guru desa, Kepala sekolah, dan Pemilik Sekolah. Dengan latar pendidikan berbeda - beda mereka umumnya bertugas di sekolah desa atau sekolah rakyat angka dua atau sekolah rakyat untuk anak - anak dari masyarakat biasa pada waktu itu.


   Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain Kepala HIS (Hollandsch-Inlandesche school) artinya sekolah belanda untuk bumi putera yang dulu selalu di jabat oleh orang belanda, satu per satu pindah tangan ke orang Indonesia. Akhirnya, Muncullah cita - cita kesadaran bahwa perjuangan para guru Indonesia tak lagi tentang perbaikan nasib maupun kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi memuncak menjadi perjuangan nasional. 

   Pada tahun 1932 PGHB berganti nama menjadi PGI (persatuan Guru Indonesia). perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata "Indonesia" mencerminkan semangat kebangsaan yang sangat di benci belanda, tapi sebaliknya kata "Indonesia" ini sangat di dambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.


   Pada masa pemarintahan Jepang banyak organisasi yang ditutup termasuk PGI. barulah setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, PGI mulai bargerak. Kongres Guru Indonesia digelas pada 24-25 November 1945 di Surakarta. Para peserta kongres sepakat menghapuskan semua organisasi dan kelompok guru berlatar belakang perbedaan tamatan, lingkungan perkerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku. Inilah awal mulanya bersatunya guru - guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Saat itu, Mereka akhirnya meresmikan kelahiran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November 1945 dengan 3 tujuan utama, yakni:

1.  Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia. 
2. Mempertinggi  tingkat  pendidikan  dan  pengajaran  sesuai  dengan  dasar-dasar kerakyatan.
3.  Membela hak dan nasib buruh umumnya,  guru pada khusus

   Sejak kongres Guru Indonesia, Semua guru di seluruh indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan untuk memberikan penghargaan terhadap perjuangan guru setiap tanggal 25 November di peringati sebagai Hari Guru Nasional. Hal itu di tetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Share:

Kamis, 10 November 2016

Sejarah Hari Pahlawan

Hari pahlawan

   Peringatan Hari pahlawan di tujukan untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa indonesia yang telah meninggal dunia untuk mempertahankan bangsa indonesia dari serangan para penjajah. Peristiwa besar ini terjadi bertepatan dengan tanggal 10 November 1945. Pertempuran ini merupakan pertempuran terakhir Bangsa Indonesia melawan penjajah. Setelah pertempuran ini Bangsa Indonesia telah bebas dari ancaman penjajah.

   Sejarahnya pertempuran ini dimulai dari pengibaran bendera Belanda pada tanggal 18 September tepatnya pukul 21:00 Belanda mengibarkan benderanya tanpa persetujuan pemerintah RI di Surabaya. Ke esokan harinya ketika pemuda Srabaya menetahui perbuatan yang di lakukan oleh Belanda, pemuda Surabaya berkumpul dan bergegas masuk ke hotel Oranje yang sekarang bernama hotel Majapahit yang berada di jalan Tunjungan No 65, Surabaya. Belanda pun tidak mau menurunkan benderanya tersebut dan bersekukuh tidak mengakui kedaulatan Indonesia, akhirnya pertarungan pun terjadi. Segera suara tembakan terdengar dan beberapa orang mulai berjatuhan, dan beberapa pemuda Indonesia berhasil memanjat tiang dan merobek garis biru bendera Belanda.


   Kemudian, pada tanggal  25 Oktober, Sekitar 6000 pasukan Inggris dari 49 Brigade dari Divisi 23 yang di pimpin oleh Brigadir Mallaby, datang ke Surabaya. Mereka di perintahkan untuk mengatur pemulihan sekutu tawanan perang. Namun Inggris memiliki tujuan lain, yaitu merebut kembali Surabaya untuk Belanda.



   Setelah tragedi di hotel Majapahit, pada tanggal 27 Oktober, Meletuslah perang pertama antara pasukan Indonesia melawan tentara Inggris. Serangan yang semula hanya serangan - serangan kecil dari hari kehari barubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban di kedua belah pihak, Semakin memanasnya situasi di Surabaya akhirnya Jendral D.C. Hawthorn meminta bantuan Ir. Soekarno untuk meredakan situasi.

   Pada akhirnya gencatan senjata pun terjadi dan berhasil di sepakati oleh kedua belah pihak pada tanggal 29 Oktober. Suasana kota Surabaya pun berangsur - angsur mereda, Walaupun begitu tetap saja masih belum aman terkendali dan masih tetep saja sering terjadi bentrokan - bentrokan bersenjata antara pemuda Surabaya dan tentara Inggris.

   Puncaknya bentrokan ini terjadi pada saat terbunuhnya Brigadir Jendral Mallaby, pada tanggal 30 Oktober sekitar pukul 20:30. Bentrokan ini terjadi saat Mobil Buck yang di tumpangi Jendaral Mallaby berpapasan dengan kelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Peristiwa baku tembak ini di sinyalir kuat timbul karena kesalah pahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby memulai baku tembak tersebut tidak mengetahui bahwa gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus kontak dan telekomunikasi. Kesalah pahaman tersebut berakhir dengan tewasnya Brigadir Jendaral Mallaby oleh tembakan pistol pemuda Indonesia yang sampai sekarang tidak diketahui namanya, dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali.



  Kematian Mallaby ini membuat pihak Inggris marah terhadap pihak Indonesia dan berakibat pada putusan pengganti Mallaby, yaitu Mayor Jendral Eric Carden Robert untuk mengeluarkan ultimatum untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan terhadap tentara AFNEI dan administrasi NICA. Dan batas akhir ultimatum adalah jam 06:00 pagi pada tanggal 10 November



 Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi pejuang dan rakyat Indonesia yang telah banyak membentuk badan perjuangan atau milisi. Ultimatum tersebut juga di tolak oleh pihak Indonesia karena pada waktu itu Republik Indonesia telah berdiri.

   Pada tanggal 10 November tersebut tentara Inggris memulai melancarkan serangan berskala besar, yang di awali dengan pengeboman udara ke gedung - gedung pemerintahan di kota Surabaya, dan kemudian mengerahkan 30000 pasukan infanteri, dan beberapa pesawat terbang, tank, dan kapal perang. Tentara Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil menjadi korban dalam serangan tersebut.

   Diluar dugaan pihak Inggris yang mengira bahwa perlawanan di Surabaya dapat di taklukkan dalam tempo 3 hari, Tetapi para tokoh masyarakat seperti Bung Tomo yang berpengaruh besar dalam memotivasi dan memberikan semangat kepada para pemuda untuk bangkit dan tidak gentar melawan pasukan Inggris yang diengkapi dengan senjata cangihnya. Dengan keyakinan yang tinggi, serta semboyan " MERDEKA ATAU MATI" berhasil membuat pemuda Surabaya bangkit, pantang menyerah dan dengan gagah berani melawan tentara Inggris di Surabaya.




   Selain Bung Tomo ada juga beberapa tokoh - tokoh agama yang terdiri dari golongan para ulama' serta kiai - kiai pondok seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kiai - kiai pesantren lainnya juga mengerahkan santri - santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan. Pada waktu itu banyak masyarakat tidak begitu patuh pada pemerintah tetapi masyarakat lebih patuh dan taat kepada para kiai, Sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama.


 Meskipun akhirnya surabaya jatuh di tangan tentara Inggris, tetapi semangat juang pemuda Surabaya harus kita beri apresiasi yang telah berhasil manahan serangan tentara Inggris selama 3 minggu lamanya dengan peralatan seadanya sedangkan tentara Inggris di dukung dengan peralatan dan perlengkapan yang sangat canggih.

   Setidaknya 6000 - 16000 pejuang dari Indonesia yang tewas dan 200000 rakyat sipil mengunggsi dari Surabaya, sedangkan korban dari Inggris kira - kira sejumlah 600 - 2000 tentara tewas. Banyaknya pejuang yang gugur dan penduduk sipil menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian di kenang sebagai hari pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.


   Begitulah cerita singgkat dari sejarah tentang 10 November. Untuk mengingati hari pahlawan pada tanggal 10 November biasanya murid - murid dan para dewan guru di sekolah - sekolah di Surabaya memperingatinya dengan memakai baju pahlawan seperti polisi, tentara, guru, dan lain - lain. Dalam memperingati hari pahlawan Provinsi Jawa Timur juga mengadakan pelaksanaan "Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto - Surabaya"untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur di Surabaya.

   Sekian postingan dari saya kali ini semoga postingan yang saya share kali ini bermanfaat.


Share:

SANG FAJAR

Pengikut

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *